Home

Friday, February 21, 2014

My Friends Is Pioneer

Suatu hari aku masih tidur di pagi buta. Jam 6 tiba-tiba ada sebuah pesan yang mengajakku untuk ke tempat yang memang mengingatkan ku pada sambaran petir masa lalu. Terdengar suara aneh aneh dari jendela, apa itu ? Ternyata si anak pejabat (amin) yang menggedor-gedor jendela kamarku. Dia bilang ayo kawan, aku bilang iya kawan.

Kita pun haha hihi sebentar di ruang tamu, makan makanan kecil sambil mencongkel ubin yang dibalik ubin itu ada berjuta-juta microba tentang kita semua. Hell yeah !

Kau tahu kawan itu tak semudah yang kita lalui jika kau tarik kepalamu secara vertikal dan horizon. Membentang luas dan tinggi khayalan saat itu, kau pun menepuk pundakku sambil berkata "yakinlah itu semua akan jadi kenyataan". Okey semua itu jadi kenyataan, tapi apa kabar si salmon. Ya mungkin dia masih di tempat dimana dia menemukan kebahagiaan. Walaupun dia bahagia disemua tempat, aku selalu bahagia disini dan tidak akan pindah ke tempat lain. Kau tahu kawan karena tempat ini yang menyadarkanku dari semua mimpi buruk. Tempat dimana aku mengalami suka duka dan manis pahit getir asin terserah lo dah, apa kek rasanya semua ada di situ.

Bahkan umami yang katanya rasa kelima dari indra pengecap rasa (doh melebar gini). Dan dimana semua akan bermuara ? Kita sedang mencarinya di tempat kita masing-masing. Aku tak akan mengusikmu dari kebahagiaan yang kau tanam di semua tempat.

Aku memilih seperti yang dilakukan para manequin, menghabiskan hidup cuma stuck di situ-situ aja. Hebat kan ! #idiots

Setelah itu kitapun berangkat setelah bercerita. Entah kenapa saat sampai di tempat tujuan, kita seperti naik mesin waktu yang memang benar-benar membawaku ke tempat itu. Kita seperti di persatukan alam yang dulu tanpa basa-basi. Hahahaha hihiihhi itu yang selalu kita bicarakan, cuma sayang ini bukan tempat kita lagi. Oh ya aku lupa ini kan masa lalu jadi wajarlah sementara. Tp di dunia pararel kita bergandengan tangan dan mengubah dunia menjadi bumi (#oh nooooo!!).

Tak terasa lelah bercinta di bawah bayang-bayang, saatnya merebahkan badan. Dan kau tahu aku bermimpi bahwa dunia akan kita genggam.

FUCK THE WORLD !


<.............................................................................................................................................................3

No comments:

Post a Comment