Home

Wednesday, March 5, 2014

Mimpi-mimpian

Hai, kenalin kalo yang belum kenal. Tapi kok tiba-tiba gak mood kenalan hihihih :D yapp cerita renyah kali ini adalah mimpi semalam. Tapi apa yang gue ceritain rasanya aneh, tapi yang bikin ngena tuh kata-kata "it's all about me" cieilaaaah :).

Oke semalem emang ngantuk banget sekitar pukul 12.00 dini hari, bales BBM uda gak ketolong karena mata udah kayak di gelantungin monyet. Hahaha ! Kata orang-orang dan para ahli kita itu tidak akan bisa mengingat dimana mimpi kita dimulai. Jadi kali ini nulisnya to the point aja.

Jadi gue engga tau dimana tempatnya, pokoknya tanah lapang gitu. Ada sekumpulan orang-orang brengsek jahat yang mau luncurin roket ke langit untuk nyebar gas beracun dan mereka juga bikin monster kaya di film-film ultraman gitu yang di setting penciptanya untuk menghancurkan bumi. Gue disini cuma rakyat biasa bukan superhero, tapi di dalam mimpi gue orangnya pemberani tapi tolol banget. Udah tau rakyat biasa sok superhero, tapi eiiits belum sampe disitu. Gue dibantu para TNI dari angkatan darat dan udara. Gue di tanah lapang itu ngeliat monster yang lagi memporak-porandakan gedung-gedung. Dan ngeliat juga roket yang mau di luncurin orang-orang brengsek itu di depan. Waktu itu saking sok superheronya, gue lari hendak mau hentiin roket itu (kalo bahasa gaulnya men-defuse). Tapi semburan lidah api monster itu mebakar pepohonan yang ada disitu. Dentuman roket angkatan udara meledak sampai ke tanah lapang.

Gue coba nerobos medan perang sambil merangkak karena pengen selamat dari serangan-serangan. Di tengah-tengah gempuran, gue ngeliat cewe cantiiiiiiiiiiiiiiikk banget lagi terluka kakinya karena terperosok. Lalu tanpa basa-basi gue tolong sambil ngelepasin kakinya dari tanah. Kulihat wajah cantiknya yang berseri serta cemong-cemong tanah di wajahnya, bikin makin tambah deg-deg'an.

Setelah kakinya keluar dari tanah, gue obatin lukanya dengan obat merah. Cewe itu berterimakasih banget sama gue, aaah bikin tambah melting hahaaha :D. Kakinya pun membaik, dan lekas gue langsung nyuruh dia lari menjauh dari medan perang. Tapi dia gak mau lari karena takut, suara-suara bising peperangan masih tengiang-ngiang. Gue coba yakinin dia untuk menjauh dari sini karena bahaya banget buat dia di situasi seperti ini. Lalu ada seorang prajurit tiba-tiba datang nolongin kita, gue pun udah berusaha tapi kayaknya nih cewe gak mau ngelepasin pegangannya dari gue. Lalu prajurit itu mendampinginya disitu, gue masih coba lari kesana buat matiin tuh roket.

Cewe itu kayanya gak mau kalo gue matiin roket yang ada disana, karena bahaya (mungkin dia takut kali yeee gue kenapa-napa). Cewe itupun masih megangin tangan gue seakan dia nahan gue supaya gak kesana. Lalu emang dasar gue sok pahlawan, apalagi abis nolongin cewek biar kelihatan superhero banget di depan dia hahaah :D. Gue pun coba ngasih pengertian..

G: "Lady's.. Aku emang uda bertekad mengabdi bela kepada negara, apapun resikonya akan aku ambil."
D: "Jangan !" itu bahaya.. Aku takut kalo kamu kenapa-napa."
G: (Ini kata-kata paling ngena yang bikin dia klepek-klepek) "Tenang aja.. 'I'ts all about me'." (sambil pasang muka macho)
D: "Oooh, kamu sungguh berani banget, aku suka dengan dirimu. Kamu hebat, kuat, dan gagah berani. Itu yang bikin aku suka. Kamu harus janji kembali lagi setelah kamu matiin roket itu."
G: (hahaha dalam hati gue menang banyak nih) "Baiklah aku janji padamu aku akan kembali !"

Setelah itu gue lari menuju roket itu. Lalu yang terjadi adalah gue bangun dari tidur gue... Sialaaan ! Yang perlu gue garis bawahi disini adalah gue lupa nanya siapa nama tuh cewe. Hahaha ! Ya udah lah namanya juga mimpi pasti berakhir juga dan jangan nganggep mimipi ini aneh, emang aneh lah namanya juga mimpi, pasti alur dan isinya absurd juga. Semoga ketemu lagi di mimpi yang lain...

Friday, February 21, 2014

My Friends Is Pioneer

Suatu hari aku masih tidur di pagi buta. Jam 6 tiba-tiba ada sebuah pesan yang mengajakku untuk ke tempat yang memang mengingatkan ku pada sambaran petir masa lalu. Terdengar suara aneh aneh dari jendela, apa itu ? Ternyata si anak pejabat (amin) yang menggedor-gedor jendela kamarku. Dia bilang ayo kawan, aku bilang iya kawan.

Kita pun haha hihi sebentar di ruang tamu, makan makanan kecil sambil mencongkel ubin yang dibalik ubin itu ada berjuta-juta microba tentang kita semua. Hell yeah !

Kau tahu kawan itu tak semudah yang kita lalui jika kau tarik kepalamu secara vertikal dan horizon. Membentang luas dan tinggi khayalan saat itu, kau pun menepuk pundakku sambil berkata "yakinlah itu semua akan jadi kenyataan". Okey semua itu jadi kenyataan, tapi apa kabar si salmon. Ya mungkin dia masih di tempat dimana dia menemukan kebahagiaan. Walaupun dia bahagia disemua tempat, aku selalu bahagia disini dan tidak akan pindah ke tempat lain. Kau tahu kawan karena tempat ini yang menyadarkanku dari semua mimpi buruk. Tempat dimana aku mengalami suka duka dan manis pahit getir asin terserah lo dah, apa kek rasanya semua ada di situ.

Bahkan umami yang katanya rasa kelima dari indra pengecap rasa (doh melebar gini). Dan dimana semua akan bermuara ? Kita sedang mencarinya di tempat kita masing-masing. Aku tak akan mengusikmu dari kebahagiaan yang kau tanam di semua tempat.

Aku memilih seperti yang dilakukan para manequin, menghabiskan hidup cuma stuck di situ-situ aja. Hebat kan ! #idiots

Setelah itu kitapun berangkat setelah bercerita. Entah kenapa saat sampai di tempat tujuan, kita seperti naik mesin waktu yang memang benar-benar membawaku ke tempat itu. Kita seperti di persatukan alam yang dulu tanpa basa-basi. Hahahaha hihiihhi itu yang selalu kita bicarakan, cuma sayang ini bukan tempat kita lagi. Oh ya aku lupa ini kan masa lalu jadi wajarlah sementara. Tp di dunia pararel kita bergandengan tangan dan mengubah dunia menjadi bumi (#oh nooooo!!).

Tak terasa lelah bercinta di bawah bayang-bayang, saatnya merebahkan badan. Dan kau tahu aku bermimpi bahwa dunia akan kita genggam.

FUCK THE WORLD !


<.............................................................................................................................................................3