Home

Monday, August 12, 2013

EGO VS EGO

Hari ini dimana semua hari terlihat sama dan yang dulu seperti penggali tanah mungkin beberapa bor patah menuju ke tempat terang itu. Akhirnya aku kembali pulang, bor-bor itu memang dari awal tidak pernah di asah, di lumasi gear2 nya. Melawan batu sekeras itu akhirnya kalah. Yang jadi pertanyaan adalah mengapa bor itu tidak ada yang merawat ? Apakah menunggu bor itu sampai berkarat ? Dammit your cock !
Aku pun tidak bisa berbuat apa2, aku punya pilihan untuk hidup ini dan aku sungguh merindukan bor itu jalan kembali, meratakan tanah seperti yang dulu pernah kita lakukan bersama. Jika aku memang punya waktu akupun masih ingin menengoknya, memegangnya, mengusapnya walau hanya sebentar. Yakinlah aku ingin bor itu meruntuhkan tanah lagi menuju ketempat terang. Tapi pilihan ini membuatku menjadi seekor kambing yang hanya dian di dalam pagar. Tolonglah Tuhan.. Apa yg seharusnya bisa aku lakukan ?
Setelah mngumpulkan beberapa keping benih benci, caranya adalah "ego versus ego". Siapa yang berani mengambil sebuah pilihan ini, karena pilihan ini sangat berat. Aku hanya diam dan mengikuti pola permainan bastard ini yang bukan sengaja kita ciptakan, tapi tercipta sendiri karena "ego". Yap, ego adalah psikis yang luar biasa dimiliki oleh manusia. Yaitu manusia ke-"aku-aku"-an, kembali ke masalah bor tadi, apakah ada yang mau merawatnya ? Keep Is Simple Stupid !
Kuncinya hanya "ego" yang dapat melawannya. Menuju kesejatian itu memang banyak penghalang. Aku memutuskan untuk berjalan sendiri dalam kepura-puraan :)

"Apapun lawanmu, lawanlah ! Bahkan dirimu sendiri.."




Cheers !

it doesn't change anything !

No comments:

Post a Comment